Email LPM: lpm_wahidhasyim@muslim.com

Berikut Adalah Daftar Kontak Pengurus LPM (email). Pencantuman ini belum mendapat ijin dari yang bersangkutan, dan apabila pemilik alamat email tersebut ada yang keberatan atas publikasi ini, materi akan segera dihapus dari daftar.

Tri widodo (Ketua LPM)

Charis Fuadi : frizer_cr7@yahoo.com

Muhammad Toha: jogjabgt_toha@yahoo.com

Misbahul munir

Fajar Subkhi:

Muhammad Lukman Khakim: lukman311287@yahoo.co.id

7 Tanggapan ke “Contact Pengurus”

  1. uti berkata

    SEMANGAT….DAB…!!!!Allahuakhbar….!

  2. ismail berkata

    sip abesss…pokoke…. aku seneng bgt… ternyata LPM bisa lebih maju dari tahun ke tahun….

    tetep semangat… always keep kekompakan…

    maju terus pantang mundur (nabrak donk….he3x)

    Good luck for us

  3. Redaksi berkata

    Terima kasih atas sambutannya. Kami berharap juga demikian LPM dapat maju setiap saat.

    Sekalilagi, terimakasih.

  4. dyenz berkata

    Hai..Othe BeDh Dah..Caiio bWaD Nak LPm’y
    MuGha BhaSiL IIaGH…n_n

  5. Rien berkata

    Assalamu’alaikum
    Salam sejahtera
    Mohon saya dikirimi informasi pengajian untuk santri kalong. matur nuwun

  6. kang munir berkata

    Betapa sering orang gagal untuk menjadi pemimpin karena mereka tidak berlaku sebagai pemimpin melainkan berlaku sebagai boss. H Gordon Selfridge adalah pendiri salah satu department store (pusat perbelanjaan) di London yang merupakan salah satu department store terbesar di dunia. Ia mencapai kesuksesan tersebut dengan menjadi seorang ‘Pemimpin’ dan bukan dengan menjadi ‘Boss’.
    Apakah perbedaan antara pemimpin dengan boss? Di bawah ini adalah perbandingan yang diberikan oleh Gordon Selfridge antara orang yang bertipe pemimpin dan orang yang bertipe boss.
    Seorang boss mempekerjakan bawahannya;
    Tetapi seorang pemimpin mengilhami mereka,
    Seorang boss mengandalkan kekuasaannya;
    Tetapi seorang pemimpin mengandalkan kemauan baik.
    Seorang boss menimbulkan ketakutan;
    Tetapi seorang pemimpin memancarkan kasih.
    Seorang boss mengatakan ‘aku’
    ;
    Tetapi seorang pemimpin mengatakan ‘kita’.
    Seorang boss menunjukkan siapa yang bersalah;
    Tetapi seorang pemimpin menunjukkan apa yang salah.
    Seorang boss tahu bagaimana sesuatu dikerjakan’
    Tetapi seorang pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya.
    Seorang boss menuntut rasa hormat;
    Tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat;
    Seorang boss berkata, ‘Pergi!’;
    Tetapi seorang pemimpin berkata, ‘Mari kita pergi!’
    Maka jadilah seorang pemimpin, dan bukan seorang boss.
    WINNERS VS LOSSERS
    Winners are always part of the answer
    Losers are often part of the problem
    Winners say “may I do it for you?”

    Losers say’s not my job
    Winners see an answer for and possibilities behind every problem
    Losers see a problem behind every answer
    Winners say it may be difficult, but it is possible
    Losers say “it may be possible, but it is too difficult”
    When a winner makes a mistake, he says “I was wrong”
    When a loser makes a mistake, he says “it wasn’t my fault”
    Winners dare to make commitments
    Loser dare not dream but have schemes
    Winners have concrete programs
    Losers always have excuses
    Winners are a part of the team
    Losers are a part from the team
    Winners see the gain
    Losers see the pain
    Winners believe in win-win
    Losers believe that for them to win some one has to lose
    Winners see the potentials, the future
    Losers see the weakness, see the past
    Winners use hard-strong arguments but soft words
    Losers use weak arguments but hard words
    Winners stay firm on values but compromise on petty things
    Losers stand firm on petty things but compromise on values
    Winners make things happen
    Losers watch things happen

  7. kang munir lampung berkata

    to: ikhsan pekalongan, yunus ucrit, agus parjo dll.. tolong klo pas ada haul para alumni mbok di kabari tho….

Tinggalkan Balasan