Beri Warna yang Positif
Juli 24, 2008
INSPIRATORIAL FRAGMEN – Volume 3 / Edisi 15 JUNI – 15 JULI 2008
Oleh Ahmad Farid Mubarok
Kebermaknaan seharusnya dipraktekkan secara positif. Hidup harus memberi arti pada sesama dalam hal-hal yang baik. Hittler telah memberi warna, tapi bukankah dia selalu ditampilkan sebagai contoh yang tidak baik.
Dalam memandang seolah antara dua pilihan warna, hitam dan putih menafikan pilihan warna lain: hitam sedikit putih, putih kehitam-hitaman, putih-putih hitam, dan sebagainya. Artinya ada kemungkinan warna lain selain warna hitam dan putih. Ada kemungkinan alternatif kata lain selain baik dan tidak baik, benar dan tidak benar. Penjelasan warna seperti ini biasanya dalam masalah keimanan. Baca selanjutnya di halaman 5 …
Penjelasan warna seperti ini biasanya dalam masalah keimanan. Dimisalkan hati manusia awalnya putih dan setiap berperiaku tidak baik maka sedikit menghitam, semakin menghitam dan seterusnya. Dengan demikian perbedaan antara keimanan atau kemunafikan begitu sederhana.
Arti positif bahwa dia mambawa dampak yang positif, tujuan, dan dengan jalan yang positif pula. Sekecil apapun yang kita lakukan adalah bagian dari keberanian bersikap.
Kata Kunci: Rasakanlah Makna, Wahid Hasim, Pondok Pesantren Yogyakarta
© 2008 LPM Wahid Hasyim, Hakcipta Terpelihara
Lembaga Pengabdian pada Masyarakat (LPM) Yayasan Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta
Sekretariat: Jl. Wahid Hasyim Gaten, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta 55283 Telp. 484284 Email: lpm_wahidhasyim@muslim.com
Lagi, Tentang Kesadaran Berjama’ah
Juli 24, 2008
INSPIRATORIAL – Volume I / Edisi 5 – 25 Mei 2008
Oleh Redaksi LPM Newsletter
Tidak habis tema ini meski sudah dibahas. Pada volume pertama newsletter ini, tema ini muncul di halaman depan “Kesadaran Berjama’ah” sebagai topik utama saat itu. Anda dapat melihatnya kembali tulisan tersebut di http://lpmnews.wordpress.com
Kepemimpinan, kebijakan-kebijakan yang dibuat dan segala konsekuensianya berupa kepatuhan mensyaratkan hubungan yang baik antara keduanya, komunikasi, sikap terbuka, menghargai dan saling percaya. Di LPM tetap demikian, meski antara ketua, koordinator-koordinator depertemen dan anggota-anggotanya tidaklah dalam posisi antara atasan dengan bawahan atau pemimpin dengan yang dipimpin. Kami pernah memperbincangkannya, bahwa hubungan yang ada adalah hubungan kerjasama atau dengan kata lain kerja bareng.
Ada penafsiran lain terhadap adagium la islama illa bi Jama’ah, la jama’ata illa bi imarah wa la imra’ata illa bi tha’ah. Mungkin lebih baik kerena kita diposisikan (setidaknya untuk saat ini) tidak dalam pemerintahan. Sekali lagi, kerja bareng untukk syi’ar dan mengabdi masyarakat. Insya Allah.
Kata Kunci: Rasakanlah Makna, Wahid Hasim, Pondok Pesantren Yogyakarta
© 2008 LPM Wahid Hasyim, Hakcipta Terpelihara
Lembaga Pengabdian pada Masyarakat (LPM) Yayasan Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta
Sekretariat: Jl. Wahid Hasyim Gaten, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta 55283 Telp. 484284 Email: lpm_wahidhasyim@muslim.com
Dari Soetomo hingga Multatuli
Juni 17, 2008
INSPIRATORIAL – Volume II / Edisi 15 Juni – 15 Juli 2008
Oleh Muhammad Arif Kurniawan – Koordinator Departemen Pendidikan LPM Wahid Hasyim
Soetomo adalah tokoh pendiri organisasi pergerakan pertama di Indonesia yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Soetomo lahir di Ngegeh, sebuah desa kecil di Nganjuk, pada tahun 1888 (mungkin ini adalah angka keberuntungan) dan wafat di Surabaya, 30 Mei 1938.
Pada tahun 1903 Soetomo menyelesaikan pendidikannya di STOVIA dan memperoleh gelar dokter. Sang dokter muda ini kemudian mendapat kesempatan melanjutkan pendidikannya di Belanda pada tahun 1919, dua tahun sebelum memperistri seorang noni Belanda yang dikenalnya saat bertugas di Blora. Bersama teman-temanya di STOVIA Soetomo mendirikan organisasi Budi Utomo. Lahirnya Budi Utomo bermula dari diskusi yang sering dilakukan di perpustakaan School tot Opleiding van Inlandsche Artsen oleh beberapa mahasiswa, antara lain Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Goembrek, Saleh, dan Soeleman. Mereka memikirkan nasib bangsa yang sangat buruk dan selalu dianggap bodoh dan tidak bermartabat oleh bangsa lain (Belanda), serta bagaimana cara memperbaiki keadaan yang amat buruk dan tidak adil itu. Dan Pada hari Minggu, 20 Mei 1908, pada pukul sembilan pagi, bertempat di salah satu ruang belajar STOVIA, organisasi Budi Utomo secara resmi di deklarasiakan.
Tanggal berdirinya Budi Utomo diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan 350 tahun (tepat 100 tahun silam, se-abad yang lalu). Masa ini juga merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli.
dikutip dari berbagai sumber
Kata Kunci: Rasakanlah Makna, Wahid Hasim, Pondok Pesantren Yogyakarta
© 2008 LPM Wahid Hasyim, Hakcipta Terpelihara
Lembaga Pengabdian pada Masyarakat (LPM) Yayasan Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta
Sekretariat: Jl. Wahid Hasyim Gaten, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta 55283 Telp. 484284
Email: lpm_wahidhasyim@muslim.com
LPM Buat Buku Tuntunan Shalat
Mei 20, 2008
INSPIRATORIAL – Volume I / Edisi 15 Mei – 15 Juni 2008
Oleh Redaksi LPM Newsletter
Pada awalnya buku ini kami buat atas permintaan dari ibu-ibu jama’ah pengajian di Prayan Wetan Yogyakarta. Dan pada cetakan pertamanya tersebut kami mendapat sambutan yang baik. Dan kami mencetak untuk yang kedua kalinya.
Buku ini berisi tata cara Shalat Jama’ Dan Qashar, Syarat meng-Qashar Shalat, Syarat Jama’ Taqdim, Syarat Jama’ Ta’khir, Niat-niat Shalat Jama’ dan Qashar, Niat-niat Shalat Qabliyah dan Ba’diyah, Shalat Dhuha, Shalat Sunnah Tasbih, Tahajjud, Hajat, Mayyit.
Alhamdulillahi robbil ‘alamiin, segala puji kita haturkan kepada Allah atas segala karuniaNya sehingga dengan segala keterbatasan kami, akhirnya kami dapat menyelesaikan buku ini dengan baik dan kami yakin buku ini akan banyak memeberikan manfaat.
Sedikit informasi, sampai saat buku ini telah tersebar sebanyak 100 eksemplar ke masyarakat Prayan Wetan, Yogyakarta dan sekitarya. Segala Informasi mengenai buku ini, penerbitan, pemesanan dapat menghubungi pengurus LPM Wahid Hasyim.
Kata Kunci: Rasakanlah Makna, Wahid Hasim, Pondok Pesantren Yogyakarta
© 2008 LPM Wahid Hasyim, Hakcipta Terpelihara
Lembaga Pengabdian pada Masyarakat (LPM) Yayasan Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta
Sekretariat: Jl. Wahid Hasyim Gaten, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta 55283 Telp. 484284
Email: lpm_wahidhasyim@muslim.com
Outbond TPA Prayan Wetan
Mei 20, 2008
Pagi yang indah semburatkan mentari dan kilaunya embun, warnai mata-mata bocah kecil, dan cemara pun menderai sampai jauh…hingga senja nampak dengan senyum auroranya. Beberapa waktu yang lalu, santri-santri TPA Masjid Al Fatah Prayan Wetan dengan didampingi ustadz-ustadzah dari Pondok Pesantren Wahid Hasyim melakukan outbond.
Acaranya berlangsung sederhana, banyak pemainan, makan-makan, dan hal-hal yang mengasyikkan lainnya. Acara ini dimaksud-kan untuk memberi semangat santri-santri dan juga ustadz-ustadzahnya untuk lebih aktif di TPA. Bagaimana dengan TPA lainnya?

